Kamis, 12 November 2009

_HARI PAHLAWAN_

Pada tanggal 25 Oktober 1945 Brigade 49 dibawah pimpinan Brigadir Jenderal A W.S Mallaby mendarat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Brigade ini merupakan bagian dari Divisi India ke-23, dibawah pimpinan Jenderal D.C Hawthorn. Mereka mendapat tugas melucuti tentara Jepang dan menyelamatkan tawanan Sekutu. Pasukan ini berkekuatan 6000 personil diman perwira-perwiranya kebanyakan orang-orang Inggris dan prajuritnya orang-orang Gurkha dari Nepal yang berpengalaman perang. Rakyat dan Pemerintah Jawa Timur di bawah pimpinan Gubernur R.M.T.A Suryo semula dengan menerima kedatangan Sekutu. Kemudian antara wakil-wakil pemerintah RI dan Brigjen A.W.S Mallaby mengadakan pertemuan yang menghasilkan kesepakatan sebagai berikut:

- Inggris berjanji mengikutsertakan Angkatan Perang Belanda

- Disetujui kerja sama kedua belah pihak untuk menjamin keamana dan ketentraman

- Akan dibentuk kontak biro agar kerja sama berjalan lancer

- Inggris hanya ingin melucuti senjata Jepang

Pada tanggal 26 Oktober 1945 pasukan Sekutu melanggar kesepakatan terbukti melakukan penyergapan ke penjara Kalisosok. Mereka akan membebaskan para tawanan Belanda diantaranya Kolonel Huiyer. Akibatnya arek-arek Surabaya mengadakan penyerangan terhadap Inggris pada tanggal 27 Oktober 1995, yang mengakibatkan Jenderal Mallaby tewas.

Karena bangsa Inggris tidak terima maka pada tanggal 10 November 1945, Inggris segera menyerang Surabaya secara besar-besaran.Selain karena tewasnya A.W.S Mallaby, pertempuran terjadi karena rakyat Surabaya tidak menanggapi ultimatum dari Inggris untuk menyerahkan semua senjatanya. Rakyat Surabaya dengan dibantu rakyat Jawa Timur pada umumnya menyambut dengan kekuatan senjata pula. Pengalaman dan persenjataan Sekutu yang unggul, tidak menyebebkan rakyat Surabaya menyerah.Bung Tomo yang diangkat sebagai pemimpin perjuangan rakyat Surabaya meneriakkan pekik “Allahu Akbar” di radio untuk membangkitkan semangat perjuangan.serangan sekutu yang membabi buta menyebabkan kota Surabaya hancur. Rakyat Surabaya mundur ke berbagai daerah, seperti Mojokerto untuk bertahan dan menyusun kekuatan.

Dalam pertempuran itu ribuan rakyat Surabaya gugur di medan perang. Untuk mengenang dan memperingati semangat kepahlawanan rakyat Surabaya maka tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

1 komentar:

  1. MERDEKAAAA..........
    qt adalah pahlawan gnerasi muda,
    tetep smangadt!!!

    BalasHapus